Pada 2021 saya mengira pasar keuangan adalah layar harga koin yang naik dan turun. Saya hanya kenal satu sudutnya, dan sudut itu pun saya baca dengan cara yang salah. Bacaan ini adalah peta yang waktu itu tidak saya punya: pasar apa saja yang ada, siapa yang bergerak di dalamnya, dan kenapa harga bergerak.
Lima pasar dalam satu peta
Saham adalah kepemilikan atas sebagian perusahaan. Ketika Anda membeli saham, Anda membeli hak atas laba perusahaan itu di masa depan. Karena itu harga saham mengikuti dua hal besar: seberapa besar laba yang diharapkan, dan seberapa mahal uang saat ini (suku bunga). Indeks seperti IHSG, S&P 500, dan Nasdaq 100 merangkum banyak saham menjadi satu angka.
Obligasi adalah surat utang. Pemerintah dan perusahaan meminjam uang dari pasar dan membayar bunga. Imbal hasil obligasi adalah "harga uang" yang menjadi acuan hampir semua aset lain: ketika imbal hasil naik, uang tunai dan obligasi menjadi lebih menarik, dan aset lain harus bersaing dengannya.
Forex adalah pasar nilai tukar mata uang, yang terbesar di dunia berdasarkan nilai transaksi harian. Pasangan seperti EUR/USD atau USD/JPY menunjukkan berapa unit mata uang yang satu untuk membeli yang lain. Dolar AS adalah pusatnya, karena sebagian besar perdagangan dan utang dunia dihargai dalam dolar.
Komoditas adalah barang fisik: emas, perak, minyak, tembaga, dan hasil bumi. Harganya membaca permintaan dan pasokan dunia nyata, tetapi juga inflasi, dolar, dan geopolitik. Emas sering diperlakukan sebagai tempat berlindung; minyak dan tembaga sering dibaca sebagai termometer ekonomi.
Kripto adalah aset digital yang berjalan di jaringan terbuka. Pasarnya buka 24 jam, geraknya tajam, dan ceritanya kuat. Kripto adalah pasar yang paling sering menjadi pintu masuk orang muda, termasuk saya, padahal ia paling sulit dibaca tanpa memahami empat pasar lainnya.
Siapa yang bergerak di dalamnya
Pelaku terbesar bukan orang seperti kita. Bank sentral menentukan suku bunga dan jumlah uang yang beredar. Pemerintah menerbitkan utang. Dana pensiun, manajer aset, dan dana lindung nilai memindahkan uang dalam jumlah yang bisa menggeser harga. Perusahaan membeli bahan baku dan melindungi nilai mata uangnya. Bank menjadi perantara hampir semua transaksi itu. Ritel, yaitu kita, adalah pelaku terkecil, tetapi paling banyak jumlahnya dan paling mudah terbawa suasana.
Memahami siapa yang bergerak membantu menjawab pertanyaan yang sering diabaikan: ketika harga naik, siapa yang membeli, dan kenapa.
Kenapa harga bergerak
Harga adalah kesepakatan sementara antara pembeli dan penjual tentang nilai sesuatu hari ini. Ia bergerak ketika ekspektasi berubah: tentang suku bunga, tentang laba, tentang pasokan, tentang risiko. Karena itu pasar sering bergerak sebelum berita resmi keluar, dan kadang bergerak berlawanan dengan berita yang bagus: yang dihargai bukan beritanya, melainkan selisih antara kenyataan dan yang sudah diharapkan.
Investasi dan trading
Investasi menaruh uang untuk jangka panjang dengan harapan nilai aset tumbuh. Trading mencari selisih harga dalam jangka yang lebih pendek. Keduanya sah, dan keduanya butuh cara membaca yang sama: tahu apa yang dibeli, tahu kenapa, dan tahu kapan ide itu dinyatakan salah. Bedanya ada pada waktu dan ukuran gerak yang diperhatikan.
Kenapa terasa membingungkan
Bukan karena informasinya kurang, melainkan karena terlalu banyak dan tidak berkerangka. Berita, grup, dan opini berbicara dengan kacamata yang berbeda-beda tanpa memberi tahu kacamata mana yang sedang dipakai. Seseorang bicara soal grafik, yang lain soal suku bunga, yang lain lagi soal "narasi besar", dan semuanya terdengar yakin. Tanpa kerangka, semua itu hanya bising.
Yang akan Anda pelajari di sini
Kerangkanya adalah lima ilmu membaca pasar, dan urutannya disengaja. Pertama, dan paling utama, psikologi pasar: mengenali rasa takut, serakah, dan harapan dalam diri sendiri dan kerumunan, karena ilmu bisa dipelajari, tetapi mental butuh waktu untuk dibentuk. Kedua, analisis teknikal: membaca harga dan level. Ketiga, analisis fundamental: data ekonomi, suku bunga, dan laba. Keempat, analisis narasi: cerita yang sedang dipercaya pasar. Kelima, analisis arus uang global: ke mana uang besar bergerak.
Di aadtrade, kelima ilmu itu diterapkan setiap hari pada empat bagian: Komoditas & Forex, Kripto, Saham Indonesia, dan Saham AS. Obligasi tidak punya bagian sendiri; imbal hasil dan suku bunga dibaca sebagai konteks di dalam bagian-bagian itu, karena keduanya menggerakkan hampir semua pasar lain.