aadtrade

Platform edukasi pasar keuangan: emas, forex, kripto, dan saham

Belajar · Ilmu 3 · 4 dari 7 · sekitar 4 menit

Analisis fundamental: data ekonomi, suku bunga, dan laba

Inflasi, bank sentral, obligasi dan imbal hasil, laba perusahaan, dan kalender rilis yang menggerakkan pasar.

Analisis fundamental membaca alasan di balik harga: keadaan ekonomi, harga uang, dan laba. Kalau analisis teknikal bertanya "apa yang dilakukan harga", fundamental bertanya "kenapa, dan apakah alasannya masih berlaku". Bacaan ini mengenalkan bagian-bagian yang paling sering menggerakkan empat pasar yang dibaca aadtrade, tanpa rumus dan tanpa angka yang cepat basi.

Tiga data ekonomi yang paling menggerakkan

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Ia penting karena bank sentral merespons inflasi dengan suku bunga, dan suku bunga menggerakkan hampir semua aset. Pertumbuhan (PDB dan indikator aktivitas seperti PMI) menunjukkan apakah ekonomi melaju atau melambat. Tenaga kerja (pengangguran, penciptaan lapangan kerja, upah) menunjukkan apakah konsumen masih kuat. Pasar tidak bereaksi pada angkanya, melainkan pada selisih antara angka itu dan yang sudah diharapkan. Data bagus yang sudah diharapkan bisa membuat harga turun; data buruk yang tidak seburuk dugaan bisa membuat harga naik.

Bank sentral dan suku bunga

Suku bunga adalah harga uang. Ketika bank sentral seperti The Fed di Amerika Serikat atau Bank Indonesia menaikkannya, meminjam menjadi lebih mahal, menabung menjadi lebih menarik, dan aset berisiko harus bersaing dengan imbal hasil yang aman. Ketika diturunkan, yang terjadi sebaliknya. Yang dibaca pasar bukan hanya keputusan hari ini, melainkan arah ke depan: apakah bank sentral cenderung menaikkan atau menurunkan dalam beberapa bulan mendatang. Arah inilah yang disebut ekspektasi suku bunga, dan ia sering lebih menggerakkan harga daripada keputusan itu sendiri.

Obligasi dan imbal hasil

Obligasi adalah surat utang yang membayar bunga tetap. Karena bunganya tetap, harga obligasi dan imbal hasilnya bergerak berlawanan: ketika banyak orang menjual obligasi, harganya turun dan imbal hasilnya naik, dan sebaliknya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS, terutama tenor 10 tahun, menjadi acuan dunia karena dianggap paling aman dan paling likuid.

Satu turunan yang penting adalah imbal hasil riil: imbal hasil nominal dikurangi inflasi yang diharapkan. Emas, yang tidak membayar bunga, cenderung tertekan ketika imbal hasil riil naik dan terbantu ketika turun, karena biaya memegang emas dibandingkan obligasi ikut berubah. Dolar cenderung menguat ketika imbal hasil AS naik lebih cepat daripada negara lain. Saham dengan laba jauh di masa depan, seperti saham teknologi, lebih peka terhadap suku bunga daripada saham yang labanya stabil hari ini.

aadtrade tidak punya bagian obligasi dan tidak membahas perdagangan obligasi. Imbal hasil dibaca sebagai konteks di bagian Komoditas & Forex dan Saham AS, karena itulah tempat pengaruhnya paling terasa.

Laba dan valuasi untuk saham

Dalam jangka panjang harga saham mengikuti laba perusahaan dan harapan pertumbuhannya. Valuasi, misalnya harga dibandingkan laba, menunjukkan seberapa mahal harapan itu dihargai pasar. Musim laporan keuangan adalah saat harapan diuji: perusahaan yang labanya bagus tetapi di bawah harapan bisa turun, dan sebaliknya. Di Indonesia, arus dana asing dan nilai tukar rupiah ikut menentukan, karena sebagian besar pembeli besar di BEI menghitung dalam dolar.

Kalender ekonomi

Hampir semua data di atas dirilis pada jadwal yang diketahui jauh hari. Rilis berdampak tinggi, seperti keputusan suku bunga, data inflasi, dan data tenaga kerja AS, sering membuat harga bergerak tajam dalam hitungan menit, dengan selisih harga beli dan jual yang melebar. Mengetahui jadwalnya adalah bagian dari membaca pasar: bukan untuk menebak hasilnya, melainkan untuk tahu kapan sebaiknya tidak mengambil keputusan.

Batasnya

Fundamental menjelaskan arah besar, bukan waktu yang persis. Ekonomi bisa jelas melemah sementara harga masih naik berbulan-bulan, karena pasar sudah menghargai hal lain. Data juga direvisi, kadang besar, beberapa pekan setelah rilis pertama. Dan hubungan yang "biasanya" berlaku, misalnya antara imbal hasil riil dan emas, bisa longgar untuk waktu yang lama. Fundamental memberi tahu Anda apa yang masuk akal, bukan apa yang akan terjadi besok.

Penerapan di aadtrade

Kalender ekonomi di setiap bagian menampilkan rilis berdampak tinggi dalam WIB beserta hitung mundurnya, dan brief menyebut jadwal yang berisiko sebelum skenario dibahas. Pertanyaan pertama dossier keputusan adalah pertanyaan fundamental: ke mana arah suku bunga dan dolar, dan bagaimana rezim imbal hasil riil saat ini. Di bagian Saham Indonesia, jadwal BI dan BPS dibaca bersama rilis global; di Saham AS, jadwal The Fed dan data AS sudah dalam WIB. Semua angka mencantumkan waktu pengambilannya, jadi Anda tahu data mana yang sudah usang.

Ini materi belajar, bukan nasihat investasi personal. Keputusan dan risikonya di tangan Anda. Lihat Pengungkapan Risiko. Latihannya gratis: baca brief kemarin di cuplikan.